AMBON — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Maluku Ahmad Jais Ely mengakui selama ini komoditas hasil laut Maluku kerap dikirim melalui pelabuhan luar daerah seperti Surabaya dan Makassar sebelum diekspor ke negara tujuan. Kehadiran tim percepatan diharapkan memastikan seluruh proses pendaratan hingga pengiriman barang dilakukan dari pelabuhan lokal di Maluku.
Gubernur menegaskan peningkatan ekspor terbukti memberikan dampak positif bagi pertumbuhan nilai ekonomi daerah secara keseluruhan. Langkah ini diambil seiring meningkatnya daya saing produk perikanan lokal yang kini mampu menembus pasar internasional secara langsung.
Data menunjukkan performa ekspor perikanan Maluku mengalami kenaikan signifikan. Sepanjang tahun 2025, total nilai ekspor tercatat sebesar Rp805 miliar. Untuk periode Januari–Agustus 2026 saja, angkanya sudah menembus Rp850 miliar.
Angka tersebut melampaui capaian setahun penuh sebelumnya hanya dalam delapan bulan. Lonjakan ini menjadi dasar pemerintah daerah menargetkan volume ekspor naik tiga kali lipat.
Tim percepatan tersebut bertugas menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memperlancar arus barang pada rantai logistik ekspor. Selain itu, tim ini juga difokuskan untuk membina wirausaha baru di sektor perikanan dan pertanian agar lebih siap bersaing di pasar global.
Pemerintah daerah meyakini penguatan kerja sama antara pelaku usaha dan instansi terkait akan menjaga konsistensi peningkatan ekspor. Pemprov Maluku berkomitmen menjadikan tahun 2026 sebagai pondasi awal transformasi percepatan ekonomi daerah.
Selama ini, pengiriman hasil laut melalui pelabuhan luar daerah membuat nilai tambah logistik tidak sepenuhnya dinikmati Maluku. Dengan tim percepatan, seluruh proses pendaratan hingga pengiriman barang diharapkan dilakukan dari pelabuhan lokal.
Perubahan jalur logistik ini dinilai dapat memangkas biaya dan mempercepat waktu kirim. Dampaknya, margin pelaku usaha perikanan lokal berpotensi meningkat.
Pemprov Maluku menargetkan tim ini bekerja lintas instansi, mulai dari dinas perikanan, perdagangan, hingga otoritas pelabuhan. Koordinasi tersebut menjadi kunci agar target ekspor tiga kali lipat dapat tercapai.