BKSDA Maluku Perkuat Deteksi Dini Zoonosis Satwa Liar Lewat Sistem Informasi SIZE

Penulis: Tedy Rustandi  •  Minggu, 27 September 2026 | 11:03:32 WIB
Polhut BKSDA Maluku Nur Arfa Lating menyampaikan penguatan deteksi dini zoonosis satwa liar melalui sistem informasi SIZE.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku memperkuat deteksi dini penyakit zoonosis dan penyakit infeksi baru pada satwa liar melalui penguatan sistem informasi dan koordinasi lintas sektor. Polisi Kehutanan (Polhut) BKSDA Maluku Nur Arfa Lating menyatakan penguatan itu menjadi bagian dari keikutsertaan BKSDA Maluku dalam Workshop Sistem Informasi Zoonosis dan Emerging Infectious Diseases (SIZE) Regional Tengah Timur di Jawa Barat. Langkah tersebut menyatukan data dari tiga sistem pemantauan penyakit untuk mendukung pengawasan kesehatan manusia, hewan, dan satwa liar.

AMBON — Polhut BKSDA Maluku Nur Arfa Lating menyampaikan bahwa workshop SIZE Regional Tengah Timur digelar untuk meningkatkan kapasitas dan koordinasi lintas sektor. Kegiatan itu mencakup deteksi dini, pelaporan, serta respons cepat terhadap zoonosis dan penyakit infeksi baru melalui sistem informasi SIZE.

"Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas dan koordinasi lintas sektor dalam deteksi dini, pelaporan, serta respons cepat terhadap zoonosis dan penyakit infeksi baru melalui sistem informasi SIZE," kata Nur Arfa Lating di Ambon, Sabtu (26/9).

Tiga Sistem Data yang Diintegrasikan

Sistem SIZE mengintegrasikan data dari Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNAS), dan SehatSatli. Integrasi itu mendukung pemantauan penyakit pada manusia, hewan, dan satwa liar dalam satu kerangka data.

Dengan penggabungan tersebut, pemantauan kesehatan satwa liar dapat dilakukan lebih terpadu. Potensi ancaman zoonosis dan penyakit infeksi baru yang berkaitan dengan satwa liar dan ekosistem konservasi pun lebih mudah terdeteksi.

Pendekatan One Health di Balik Kolaborasi

Nur Arfa Lating menegaskan keikutsertaan BKSDA Maluku merupakan bagian dari penguatan kolaborasi antar sektor. Kolaborasi itu mencakup kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan satwa liar melalui pendekatan One Health.

"Keikutsertaan BKSDA Maluku menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan satwa liar melalui pendekatan One Health," ujarnya.

Pendekatan One Health menempatkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang saling memengaruhi. Karena itu, deteksi dini pada satwa liar menjadi bagian dari upaya melindungi manusia dari potensi penularan penyakit.

Menjaga Satwa Sekaligus Antisipasi Penularan ke Manusia

Penguatan sistem informasi dan koordinasi lintas sektor mendukung pemantauan kesehatan satwa liar secara lebih terpadu. Langkah itu juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan satwa sekaligus mengantisipasi potensi penularan penyakit yang bersumber dari satwa kepada manusia.

BKSDA Maluku berperan dalam pengawasan ekosistem konservasi di wilayah Maluku. Keterlibatan dalam workshop SIZE Regional Tengah Timur menjadi bagian dari penguatan kapasitas kelembagaan di daerah.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top