AMBON — Peringatan World Tourism Day 2026 di Negeri Hila, Kabupaten Maluku Tengah, melibatkan sejumlah institusi lintas sektor. Selain IAKN Ambon dan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, kegiatan ini juga digagas Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Maluku, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Pemerintah Negeri Hila, dan Pemerintah Negeri Kaitetu. Masyarakat, generasi muda, perguruan tinggi, dan pihak swasta turut ambil bagian dalam acara yang dipusatkan di Benteng Amsterdam itu.
Benteng Amsterdam di Negeri Hila dipilih sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Situs bersejarah itu dianggap merepresentasikan pertemuan antara alam, sejarah, budaya, dan gerakan pelestarian lingkungan. Panitia menjadikan lokasi ini sebagai panggung untuk menerjemahkan tema pariwisata berkelanjutan secara konkret, bukan sekadar wacana di atas panggung.
Rangkaian kegiatan mencakup aksi lingkungan, edukasi ekosistem pesisir, dan pelestarian warisan budaya. Puncaknya, para peserta menyepakati deklarasi bersama untuk mendorong pariwisata berkelanjutan di Maluku.
Sejumlah pimpinan dan perwakilan lembaga hadir dalam kegiatan tersebut. Rektor IAKN Ambon Dr. Elka Anakota, M.Si. dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Maluku Dody Wiranto, S.S., M.Hum. tercatat sebagai tokoh yang hadir, bersama perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku.
Turut hadir pula Wakil Rektor I IAKN Ambon Dr. Herly Lesilolo, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan IAKN Ambon Dr. Sipora Warella, pejabat Pemerintah Negeri Hila, Raja Negeri Kaitetu, serta perwakilan STIKES Maluku Husada Program Studi K3.
Kolaborasi lintas lembaga ini menyasar tiga sasaran sekaligus: merawat alam, melestarikan budaya, dan menguatkan masyarakat. Pendekatan itu dinilai relevan dengan karakter Maluku yang memiliki kekayaan pesisir dan warisan budaya di banyak negeri adat.
Keterlibatan generasi muda dan perguruan tinggi dalam acara ini menjadi penanda bahwa agenda pariwisata berkelanjutan tidak berhenti di lingkup pemerintah. Kampus dan organisasi kemasyarakatan dilibatkan untuk memastikan gerakan ini berlanjut setelah peringatan selesai.
Deklarasi yang disepakati peserta menjadi keluaran utama World Tourism Day 2026 di Hila. Isi deklarasi mendorong pariwisata berkelanjutan di Maluku dengan menempatkan pelestarian alam dan budaya sebagai fondasi, bukan pelengkap.
Dengan melibatkan Pemerintah Negeri Hila dan Pemerintah Negeri Kaitetu, gerakan ini menyentuh level pemerintahan negeri yang paling dekat dengan warga. Dampaknya diharapkan terasa langsung pada pengelolaan destinasi di kedua negeri tersebut.