Stellar Blade di Switch 2 Kini Beri Opsi Matikan Frame Generation FSR 3.1

Penulis: Pandu Wibisono  •  Minggu, 27 September 2026 | 11:22:31 WIB
Shift Up menambahkan opsi menonaktifkan frame generation FSR 3.1 pada Stellar Blade versi Switch 2.

MALUKU — Shift Up menambahkan opsi toggle untuk menonaktifkan frame generation FSR 3.1 pada Stellar Blade versi Nintendo Switch 2, setelah masukan pemain yang mencoba demo game tersebut. Keputusan ini mengubah rencana awal studio yang sebelumnya menjadikan interpolasi frame sebagai solusi teknis utama untuk mencapai target 60 FPS di konsol hybrid itu. Pemain kini bisa memilih antara tampilan 60 FPS hasil interpolasi atau frame rate native 30 FPS yang lebih konsisten.

Perubahan kebijakan teknis ini muncul setelah Shift Up memantau langsung respons pemain yang menjajal demo Stellar Blade Complete Edition di Switch 2. Studio asal Korea Selatan itu menyampaikan lewat media sosial bahwa masukan tersebut menjadi dasar penambahan opsi toggle pada versi penuh yang akan dirilis.

Mengapa Frame Generation Jadi Perdebatan

Frame generation memang menambah jumlah frame yang tampil di layar, tetapi sebagian di antaranya merupakan hasil rekonstruksi di antara frame asli. Teknik ini berbeda dari peningkatan frame rate native yang dihasilkan langsung oleh GPU.

Bagi sebagian pemain, hasil interpolasi bisa memunculkan artefak visual atau sensasi gerakan yang kurang nyaman. Pada game dengan mekanik timing ketat seperti Stellar Blade, konsistensi frame jadi krusial untuk eksekusi dodge dan parry yang presisi.

Kombinasi DLSS dan FSR 3.1 di Switch 2

Nintendo Switch 2 memiliki dukungan DLSS untuk upscaling, tetapi tidak menyediakan fitur frame generation bawaan Nvidia. Kondisi ini yang membuat Shift Up mengombinasikan dua teknologi berbeda dalam solusi teknisnya.

DLSS dipakai untuk meningkatkan resolusi gambar, lalu frame interpolation dari AMD FSR 3.1 diterapkan untuk mengejar target 60 FPS. Di mode handheld, game berjalan pada resolusi 720p native, sedangkan mode docked menargetkan gambar 1080p yang telah di-upscale.

CTO sekaligus technical director Shift Up, DongKi Lee, menyatakan timnya juga berupaya menjaga frame pacing agar hasil interpolasi tetap konsisten. Pernyataan itu disampaikan saat studio masih mengandalkan frame generation sebagai bagian penting dari solusi teknis di Switch 2.

Dampak ke Pengalaman Bermain

Dengan adanya toggle, pemain yang tidak menyukai artefak atau sensasi gerakan dari frame interpolation bisa beralih ke 30 FPS native. Opsi ini memberi kontrol lebih besar kepada pengguna untuk menentukan prioritas antara kehalusan visual dan akurasi input.

Pilihan 30 FPS native dinilai lebih stabil untuk kebutuhan timing ketat. Sementara mode 60 FPS hasil interpolasi menawarkan tampilan lebih halus, tetapi berisiko pada akurasi parry dan dodge di momen-momen krusial.

Posisi Stellar Blade di Pasar Game Global

Stellar Blade awalnya dirilis sebagai eksklusif PlayStation 5 sebelum akhirnya hadir di PC. Kehadiran versi Switch 2 menandai ekspansi franchise ini ke platform Nintendo, sekaligus menguji kemampuan konsol hybrid tersebut menangani game aksi berperforma tinggi.

Keputusan Shift Up menyediakan opsi toggle mencerminkan tren developer yang semakin terbuka terhadap preferensi komunitas. Pendekatan ini juga menjadi sinyal bahwa frame generation tidak lagi dianggap sebagai solusi satu ukuran untuk semua pemain.

Belum ada keterangan resmi soal tanggal pasti perilisan versi penuh Stellar Blade Complete Edition di Switch 2 maupun jadwal distribusinya untuk pasar Indonesia.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: jagatplay.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top