MALUKU — Sebagian besar bayi mulai tumbuh gigi sekitar usia 6 bulan, meski ada yang lebih cepat atau lebih lambat. Kenali tanda-tandanya, urutan tumbuh gigi yang normal, hingga cara menenangkan bayi yang rewel karena gusinya nyeri.
Gigi pertama yang muncul di gusi bayi sering jadi momen yang ditunggu-tunggu orang tua. Proses ini disebut teething atau odontiasis, yaitu saat gigi susu mulai menembus garis gusi.
Sayangnya, momen ini kerap membuat bayi tidak nyaman. Ia bisa jadi lebih rewel, banyak mengeluarkan air liur, hingga menolak makan.
Umumnya, gigi pertama bayi muncul di usia 6 bulan. Tapi rentang waktunya cukup lebar, ada bayi yang tumbuh gigi sejak usia 4 bulan, ada pula yang baru muncul mendekati usia 9 bulan.
Sejak lahir, bayi sebenarnya sudah punya 'kuncup' gigi di dalam gusinya. Di area inilah 20 gigi susu akan tumbuh dan berkembang secara bertahap.
Perlu diingat, urutan dan waktu tumbuh gigi setiap anak bisa berbeda. Jadi, jangan langsung panik kalau gigi si Kecil muncul tidak sesuai patokan umum.
Setiap gigi butuh beberapa hari untuk benar-benar menembus gusi, dan fase inilah yang biasanya paling membuat bayi tidak nyaman. Saat memasuki usia 3 tahun, anak umumnya sudah memiliki 20 gigi susu lengkap.
Karena itu, pemantauan urutan tumbuh gigi di tahun pertama kehidupan penting dilakukan. Bunda bisa mencatatnya sebagai bagian dari pantauan tumbuh kembang si Kecil.
Tidak semua bayi merasakan sakit saat tumbuh gigi. Sebagian justru baru diketahui ketika muncul tonjolan kecil berwarna putih di gusinya. Namun, sebagian bayi lain menunjukkan gejala yang cukup jelas, seperti:
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), gigi seri tengah bawah biasanya jadi yang pertama muncul. Berikut urutan lengkapnya:
Urutan ini tidak mutlak. Ada bayi yang giginya tumbuh dengan pola berbeda tanpa masalah berarti.
Beberapa kondisi bisa membuat gigi bayi muncul lebih lambat dari rata-rata. Dalam kasus tertentu, keterlambatan ini bahkan jadi tanda kondisi medis yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Bayi yang lahir prematur atau dengan berat lahir rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami keterlambatan tumbuh gigi. Begitu pula bayi yang kurang asupan nutrisi selama masa kehamilan dan awal kehidupannya.
Pada sebagian besar anak, keterlambatan ini bukan masalah serius. Tapi kalau gigi muncul jauh lebih lambat dari rentang normal, sebaiknya konsultasikan ke dokter gigi.
Ada beberapa perawatan rumahan sederhana yang bisa Bunda lakukan untuk membuat si Kecil lebih tenang:
Segera konsultasikan ke dokter atau dokter gigi anak jika gigi bayi belum muncul sama sekali setelah usia 12 bulan, atau jika ia mengalami demam tinggi, diare, dan ruam yang tidak kunjung membaik.
Gejala tumbuh gigi umumnya ringan dan berlangsung beberapa hari. Kalau keluhannya berat atau berlarut-larut, bisa jadi ada penyebab lain yang perlu ditangani tenaga medis.
Tumbuh gigi adalah tahap alami yang akan dilalui setiap bayi. Dengan mengenali tanda dan urutannya, Bunda bisa lebih siap mendampingi si Kecil melewati fase ini dengan nyaman.