AMBON — Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia menyatakan literasi statistik perlu menyentuh seluruh lapisan, bukan hanya kalangan statistisi dan pemerintah daerah. Pernyataan itu disampaikan di Kantor BPS Provinsi Maluku, Kamis (24/9/2026), di sela-sela Gebyar Statistik menyambut Hari Statistik Nasional yang diperingati setiap 26 September.
Bagi Maritje, masyarakat memegang peran kunci karena mereka adalah responden berbagai survei statistik yang dijalankan BPS. Informasi yang mereka berikan menjadi bahan penyusunan indikator strategis yang menggambarkan kondisi dan perkembangan daerah.
Maritje menegaskan pemahaman masyarakat soal pentingnya data akan menentukan kualitas informasi yang diterima BPS. Warga yang paham diharapkan memberi keterangan secara jujur, benar, dan sesuai kondisi sebenarnya.
"Kenapa kita terus meningkatkan literasi statistik kepada masyarakat? Karena masyarakat merupakan responden dari berbagai survei statistik. Dari mereka kita mendapatkan informasi untuk menyusun berbagai indikator strategis," ujarnya.
Sebaliknya, rendahnya pemahaman soal statistik bisa memengaruhi kualitas jawaban responden. Karena itu, peningkatan literasi statistik dinilai tidak bisa hanya dibebankan ke BPS, tetapi butuh dukungan seluruh pihak.
"Ketika masyarakat tidak memahami betapa pentingnya data, agak sulit bagi mereka memberikan data dengan jujur dan apa adanya. Ketika masyarakat dapat memberikan data dengan baik dan jujur, maka kualitas data yang kita harapkan akan semakin baik," sebutnya.
Kepala BPS Maluku menjelaskan kegiatan Gebyar Statistik telah digagas sejak dirinya bertugas di Maluku pada 2023. Agenda ini bukan sekadar peringatan HSN, tetapi bagian dari upaya membangun kedekatan BPS dengan warga.
BPS ingin menunjukkan lembaga statistik tidak hanya berkutat dengan angka dan data yang dianggap rumit. Lembaga itu juga hadir bersama masyarakat dan berbagi pemahaman mengenai statistik.
"Gebyar ini kita mulai ketika saya dimutasikan ke sini (Maluku). Saya memprakarsainya sejak 2023. Kita lakukan seperti ini supaya membangun image masyarakat terhadap BPS, bahwa BPS tidak hanya mengolah angka-angka dan data-data yang rumit, tetapi BPS juga turut bersama-sama dengan masyarakat dan berbaur dengan masyarakat," ungkapnya.
Maritje menegaskan statistik sesungguhnya tidak sulit dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tanpa disadari, setiap orang telah melakukan kegiatan statistik dalam aktivitas hariannya.
"Statistik itu tidak sulit. Statistik itu ramah dengan semua orang. Tanpa disadari, kita semua sudah melakukan kegiatan statistik mulai dari bangun pagi sampai istirahat malam," ucapnya.
Ia mencontohkan, ketika seseorang bangun pagi dan mencari tahu kegiatan apa yang akan dilakukan, orang tersebut sebenarnya sedang mencari informasi. Begitu pula saat menentukan tujuan atau tempat yang akan didatangi, proses itu juga berkaitan dengan informasi dan data.
Ke depan, BPS Maluku akan terus mendorong peningkatan literasi statistik di berbagai kalangan. Fokusnya tidak sebatas memahami angka, tetapi juga bagaimana membaca statistik serta membantu menghasilkan data yang lebih baik.
"Kita akan terus-menerus meningkatkan literasi statistik pada semua pihak, baik bagaimana membaca statistik maupun bagaimana membantu untuk mendapatkan suatu data yang lebih baik," tutupnya.