Pemerintah Larang Konser Israel Houghton di Jakarta 24 Oktober 2026

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 16:19:01 WIB
Pemerintah resmi melarang konser Israel Houghton dan Israel & New Breed yang dijadwalkan di Grha Pengharapan Jakarta pada 24 Oktober 2026.

MALUKU — Pemerintah Indonesia resmi melarang konser penyanyi gospel Amerika Serikat Israel Houghton bersama grupnya, Israel & New Breed, yang dijadwalkan tampil di Grha Pengharapan Jakarta pada 24 Oktober 2026. Keputusan diambil setelah koordinasi lintas kementerian dan lembaga, dengan pertimbangan keamanan serta sikap politik luar negeri Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Meski izin belum pernah diajukan, penjualan tiket dilaporkan masih berjalan di sejumlah platform daring.

Menteri Koordinator bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyampaikan larangan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Ia menegaskan keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian, lembaga, dan badan terkait menyangkut rencana pertunjukan bertajuk "Til The Whole World Knows Tour 2026".

Pertimbangan keamanan muncul setelah rencana konser Israel Houghton menjadi perhatian sebagian masyarakat Indonesia. Kontroversi serupa juga disebut telah terjadi di negara tetangga, Malaysia.

Alasan Pemerintah Menolak Konser Israel Houghton

Yusril menjelaskan, ada kekhawatiran soal motif politik yang dinilai tidak sejalan dengan politik luar negeri Indonesia. Indonesia secara konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina mencapai kemerdekaan.

"Kami tidak melarang pertunjukan musik, tidak mempersoalkan agama seseorang, silakan melakukan kegiatan keagamaan di sini, tetapi jika memang ada motif politik yang merugikan perjuangan rakyat Palestina, maka hal itu tidak sejalan dengan dengan pikiran dan aspirasi dari masyarakat kita sendiri," tegas Yusril.

Pernyataan itu menegaskan bahwa larangan bukan ditujukan pada kegiatan keagamaan atau genre musik gospel. Pemerintah memisahkan antara kebebasan beribadah dan aktivitas yang dianggap membawa kepentingan politik tertentu.

Izin Belum Diajukan, Tiket Masih Dijual

Hingga pengumuman larangan, belum ada permohonan izin penyelenggaraan konser dari pihak panitia maupun pengajuan visa untuk penyanyi yang bersangkutan. Kendati demikian, penjualan tiket konser di Grha Pengharapan Jakarta masih terus berjalan di beberapa platform penjualan tiket daring.

Yusril mengaku sempat menelusuri sponsor kegiatan tersebut. Ia menyebut tidak menemukan sponsor di Jakarta, melainkan menemukan bahwa kegiatan ini disponsori oleh event organizer bernama Banyak Bagus Entertainment yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pemerintah Minta Tiket Dikembalikan

Dengan tidak diberikannya izin, Yusril berharap agen penjual tiket segera melakukan pembatalan penjualan atau mengembalikan tiket kepada pembeli yang sudah terlanjur membayar. Langkah ini untuk mencegah kerugian lebih besar bagi calon penonton di Indonesia.

Larangan ini menambah daftar panjang pertunjukan internasional yang batal tampil di Indonesia karena pertimbangan politik dan keamanan. Bagi industri hiburan tanah air, kasus ini kembali menegaskan bahwa aspek geopolitik kerap menjadi penentu apakah sebuah tur global bisa mendarat di Jakarta.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top