LANGGUR — Pertemuan di Langgur membahas percepatan pembersihan jaringan listrik dari pepohonan yang tumbuh berdekatan dengan kabel. PLN UP3 Tual menilai keterlibatan para raja menjadi kunci menjangkau komunikasi hingga tingkat ohoi atau desa.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Dony Noor Gustiarsyah, menyatakan keandalan listrik tidak bisa dijaga sendiri oleh perusahaan. Wilayah kepulauan dengan tantangan geografis beragam menuntut dukungan pemerintah daerah dan warga.
Manager PLN UP3 Tual, Sasongko Aribowo, menjelaskan para raja berperan strategis membangun pemahaman warga soal pentingnya menjaga jarak tanam dari instalasi listrik. Koordinasi itu diharapkan mempercepat penanganan potensi gangguan di lapangan.
"Dukungan pemerintah daerah dan para raja sangat berarti bagi kelancaran pemeliharaan jaringan. Melalui koordinasi yang baik, kami berharap penanganan potensi gangguan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan pasokan listrik yang lebih andal," ungkap Sasongko.
Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, menekankan koordinasi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat. Keterlibatan para raja dinilai memperkuat komunikasi di tingkat ohoi agar pembersihan jaringan berjalan terkoordinasi tanpa mengabaikan kondisi lingkungan dan kepentingan warga.
Pepohonan dan ranting yang menyentuh jaringan listrik menjadi salah satu pemicu gangguan pasokan di Maluku Tenggara. Pembersihan rutin dilakukan untuk menekan risiko korsleting sekaligus melindungi keselamatan warga yang tinggal di sekitar instalasi kelistrikan.
Dony menyebut listrik andal menopang aktivitas rumah tangga, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga perekonomian warga. Karena itu, PLN mengedepankan langkah pencegahan gangguan lewat pemeliharaan jaringan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat.
"Listrik yang andal menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan rumah tangga, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga perekonomian. Karena itu, kami terus mengedepankan langkah pencegahan gangguan melalui pemeliharaan jaringan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang semakin aman dan berkualitas," ujar Dony, Kamis (8/10/2026).
Maluku Tenggara terdiri dari sejumlah pulau dengan jaringan listrik yang membentang di area bervegetasi lebat. Gangguan akibat pohon sering memaksa pemadaman mendadak yang mengganggu usaha kecil, layanan publik, dan aktivitas belajar warga.
Melalui sinergi ini, PLN berharap upaya pencegahan gangguan jaringan berjalan lebih efektif. Risiko pemadaman akibat pepohonan ditargetkan berkurang seiring percepatan pembersihan yang melibatkan pemerintah kabupaten dan para raja.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian komitmen PLN meningkatkan kualitas pelayanan dan menghadirkan listrik andal untuk mendukung kesejahteraan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat Maluku Tenggara.