Pencarian

IHSG Dibuka Turun 29,05 Poin ke 6.118,81 Ikuti Pelemahan Bursa Asia dan Global

Selasa, 29 September 2026 • 11:53:33 WIB
IHSG Dibuka Turun 29,05 Poin ke 6.118,81 Ikuti Pelemahan Bursa Asia dan Global
IHSG dibuka turun 29,05 poin ke level 6.118,81 pada Selasa.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka melemah 29,05 poin atau 0,47 persen ke posisi 6.118,81 pada Selasa, mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global. Indeks LQ45 turun 4,04 poin atau 0,66 persen ke posisi 607,77. Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan IHSG akan menguji level support berikutnya di 6.000-6.100.

JAKARTA — Pelemahan IHSG sejalan dengan tekanan jual di pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat. Imbal hasil U.S. 10-year Bond Yield naik lebih dari 5 bps ke level 5,234 persen pada Senin (28/9), dipicu kekhawatiran inflasi yang bersumber dari harga energi.

Ratna Lim menyebut kekhawatiran itu turut diperkuat besarnya utang yang diterbitkan perusahaan untuk mendanai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), ditambah sinyal kenaikan suku bunga lanjutan The Fed.

"Diperkirakan IHSG akan menguji level support berikutnya di 6.000- 6.100," ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Data AS Jadi Penentu Arah Pasar Pekan Ini

Investor mencermati sejumlah data penting AS yang dapat mempengaruhi prospek kebijakan moneter The Fed. Data indeks Price Consumer Index (PCE) AS dijadwalkan rilis Rabu (30/9) sebagai indikator inflasi yang diamati The Fed.

Selain itu, survei Job Openings and Labor Turnover (JOLTS) bulan Agustus 2026 dipublikasikan Selasa (29/9), disusul laporan NonFarm Payrolls (NFP) bulan September 2026 pada Jumat (02/10).

Harga minyak mentah menurun dari level tertinggi harian pada Senin (28/9). Laporan bahwa Arab Saudi meningkatkan operasional jalur pipa vital Timur-Barat setelah perbaikan membuat harga minyak Brent ditutup di level 108 dolar AS per barel.

Risiko Inflasi Dorong Spekulasi Kenaikan BI Rate

Meningkatnya kembali harga minyak di tengah ketidakpastian konflik di Timur Tengah menambah risiko naiknya laju inflasi dalam negeri. Apabila inflasi meningkat di atas target Bank Indonesia, BI dikhawatirkan harus menaikkan suku bunga acuannya.

Berdasarkan penilaian BI, setiap kenaikan BI Rate sebesar 25 bps diperkirakan menurunkan pertumbuhan ekonomi sekitar 0,1 persen. BI saat ini masih mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen.

BI memilih menggunakan instrumen lain untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mendorong aliran modal masuk. Insentif biaya lindung nilai untuk aliran modal masuk diterapkan agar dana asing tetap mengalir tanpa harus menaikkan BI Rate atau SRBI.

Insentif hedging yang telah diterapkan sekitar satu bulan ini mendorong aliran modal masuk sekitar US$ 6 miliar melalui Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) maupun swap.

Bursa Global dan Kawasan Asia Kompak Melemah

Bursa Wall Street AS kompak melemah pada penutupan Senin (28/9). Indeks S&P 500 melemah 0,77 persen ke level 7.683,69, indeks Nasdaq Composite turun 0,92 persen ke 26.820,38, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,67 persen ke 51.481,51.

Bursa Eropa bergerak variatif. Euro Stoxx 50 menguat 0,10 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,10 persen, indeks DAX Jerman turun 0,13 persen, dan indeks CAC 40 Prancis menguat 0,01 persen.

Di kawasan Asia pagi ini, indeks Nikkei melemah 0,87 persen ke 65.304,00, indeks Shanghai turun 0,20 persen ke 3.815,78, indeks Hang Seng melemah 0,80 persen ke 24.449,24, indeks Kospi turun 0,24 persen ke 6.873,13, dan indeks Straits Times melemah 0,10 persen ke 5.723,18.

Follow www.maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks