MALUKU — New York City Council tengah membahas lebih dari 20 RUU micromobility yang bisa mengubah aturan sepeda listrik di kota tersebut, termasuk tiga usulan yang secara efektif melarang Class 3 e-bike yang saat ini legal. Komite Transportasi dan Infrastruktur dijadwalkan menggelar rapat untuk membahas paket legislasi ini, mulai dari penindakan kendaraan ilegal hingga kewajiban asuransi bagi aplikasi pengiriman makanan. Sekitar 80.000 pekerja pengiriman e-bike di New York City berpotensi terdampak langsung jika aturan baru ini disahkan.
New York sendiri sudah melegalkan e-bike di seluruh negara bagian pada 2020 dengan membagi tiga kategori. Class 1 memakai pedal assist hingga 20 mph (32 km/jam), Class 2 menambah throttle di kecepatan yang sama, dan Class 3 memberi bantuan motor hingga 25 mph (40 km/jam). Pengendara wajib berusia minimal 16 tahun, tapi e-bike legal tidak memerlukan SIM atau registrasi kendaraan.
Dynamometer untuk Deteksi E-Bike Ilegal
Sejumlah RUU menyasar perangkat yang memang sudah di luar definisi legal tersebut. Salah satunya membentuk program yang memberi NYPD dan Departemen Transportasi New York kewenangan memakai dynamometer untuk menguji kekuatan motor dan kecepatan maksimum kendaraan micromobility yang dicurigai ilegal.
Alat ini memberi polisi cara objektif menentukan apakah sebuah sepeda sudah dimodifikasi atau sebenarnya motor listrik yang menyamar sebagai e-bike. Pendekatan serupa sudah dipakai di Eropa dengan hasil yang dinilai efektif.
Kewajiban Baru untuk Aplikasi Pengiriman Makanan
Beberapa usulan lain membidik perusahaan pengiriman. Satu RUU mewajibkan aplikasi pengiriman memverifikasi bahwa moped yang dipakai pekerjanya terdaftar resmi. RUU lain mengharuskan perusahaan menyetorkan laporan dan rencana keselamatan tahunan.
Anggota Dewan Gale Brewer mengajukan RUU yang mewajibkan aplikasi pengiriman makanan memiliki asuransi tanggung jawab hukum atas kecelakaan yang melibatkan pekerja saat mengantar atau saat bersiap menerima orderan. Workers Justice Project memperkirakan ada sekitar 80.000 pekerja pengiriman e-bike yang beroperasi di New York City, sehingga aturan ini berpotensi berdampak besar.
Tiga RUU Khusus Menyerang Class 3 E-Bike
Bagian yang paling kontroversial adalah tiga RUU yang secara spesifik menyasar Class 3 e-bike, kelas tercepat yang saat ini legal dalam kerangka regulasi New York. Anggota Dewan Crystal Hudson mengajukan legislasi yang melarang toko menjual atau menyewakan Class 3 e-bike.
Pelanggaran pertama tidak dikenai denda, tetapi pelanggaran berikutnya bisa berujung sanksi hingga 2.000 dolar AS atau sekitar Rp 32 juta. RUU terpisah dari Hudson melangkah lebih jauh dengan melarang warga mengendarai Class 3 e-bike di jalan, taman, atau ruang publik lainnya.
Ketua Komite Transportasi Shaun Abreu mengusulkan program trade-in yang memungkinkan pemilik Class 3 dan e-bike tidak memenuhi syarat lainnya menukar kendaraannya dengan Class 1 atau Class 2, atau menerima voucher untuk membeli e-bike baru. Usulan ini tampaknya disiapkan untuk meredam dampak jika larangan Class 3 benar-benar diberlakukan.
Beda antara Menindak yang Ilegal dan Melarang yang Legal
Ada perbedaan penting antara menindak e-bike yang dimodifikasi secara ilegal dan membuat e-bike yang saat ini legal menjadi ilegal. New York sudah menarik garis regulasi di 25 mph (40 km/jam) untuk Class 3, angka yang sebenarnya arbitrer dibandingkan standar 28 mph (45 km/jam) yang lazim diterima di sebagian besar Amerika Serikat.
Jika pengendara mengoperasikan kendaraan yang melebihi batas legal, alat penegakan seperti uji dynamometer bisa membantu otoritas mengidentifikasi kendaraan tersebut tanpa harus menyapu bersih e-bike legal ke dalam kategori yang sama.
Usulan larangan Class 3 mengambil pendekatan berbeda dengan menurunkan batas kecepatan dan menghapus satu kategori e-bike yang saat ini diizinkan New York. Langkah ini datang di tengah dorongan lebih luas untuk mengurangi kecepatan e-bike di kota tersebut. Tahun lalu, kota memerintahkan Citi Bike menurunkan kecepatan maksimum sepeda listrik abu-abunya dari 18 mph (30 km/jam) menjadi 15 mph (25 km/jam).
Apakah New York City akhirnya mengadopsi usulan-usulan ini masih belum pasti. Rapat komite menjadi bagian dari proses legislatif, dan warga New York diundang memberikan kesaksian secara langsung maupun jarak jauh. Dengan lebih dari 20 RUU micromobility datang bersamaan, debat soal batas kecepatan dan tanggung jawab pengendara dipastikan berlangsung alot.