Pencarian

Bayi 11 Bulan Asal Maluku Tenggara Idap Hidrosefalus, Tempuh Laut 24 Jam ke Ambon

Rabu, 30 September 2026 • 11:17:01 WIB
Bayi 11 Bulan Asal Maluku Tenggara Idap Hidrosefalus, Tempuh Laut 24 Jam ke Ambon
Bayi 11 bulan asal Maluku Tenggara, Pertiwi, dirujuk ke RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon untuk penanganan hidrosefalus.

AMBON — Pertiwi, anak ketiga pasangan Hilarius dan Marsela, harus menempuh perjalanan laut belasan jam dari kampung halamannya di Desa Kilwair, Kecamatan Kei Besar Timur, Kabupaten Maluku Tenggara, menuju Ambon. Bayi 11 bulan itu dirujuk ke RSUP Dr. Johannes Leimena untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut terkait kondisi hidrosefalus yang dialaminya.

Perjalanan menuju Ambon tidak bisa ditempuh sekali jalan. Pertiwi bersama kedua orang tuanya lebih dulu berpindah dari Pulau Kei Besar ke Pulau Kei Kecil, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kapal Pelni Tatamailau dengan waktu tempuh sekitar 24 jam.

Apa Itu Hidrosefalus yang Dialami Pertiwi

Hidrosefalus yang dialami Pertiwi ditandai dengan pembesaran ukuran kepala akibat penumpukan cairan serebrospinal di dalam otak. Kondisi itu dapat meningkatkan tekanan di dalam kepala sehingga membutuhkan penanganan medis sesuai keadaan pasien.

Pemeriksaan di RSUP Dr. Johannes Leimena menjadi langkah awal untuk menentukan metode penanganan yang tepat. Bayi berusia 11 bulan dengan kondisi seperti ini biasanya memerlukan pemantauan intensif karena tekanan di dalam kepala bisa berdampak pada perkembangan otak.

Kemensos Dampingi Pengobatan Pertiwi di Ambon

Kementerian Sosial memberikan dukungan selama proses pengobatan Pertiwi berlangsung di Ambon. Pendampingan itu mencakup kebutuhan yang timbul selama bayi tersebut menjalani perawatan di rumah sakit rujukan provinsi.

Dukungan dari Kemensos menjadi penting karena keluarga Pertiwi harus menanggung biaya perjalanan dan hidup selama di Ambon, jauh dari kampung halaman di Maluku Tenggara. Jarak tempuh yang mencapai 24 jam perjalanan laut membuat keluarga tidak bisa pulang-pergi dengan mudah.

Jarak dan Waktu Tempuh Jadi Kendala Warga Kepulauan

Kasus Pertiwi menggambarkan persoalan akses layanan kesehatan bagi warga yang tinggal di wilayah kepulauan Maluku. Rujukan ke rumah sakit di ibu kota provinsi menuntut perjalanan laut panjang, terutama dari pulau-pulau di Kabupaten Maluku Tenggara.

RSUP Dr. Johannes Leimena di Ambon menjadi salah satu rujukan utama untuk kasus-kasus medis yang tidak bisa ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Bagi keluarga dari Kei Besar, perjalanan ke Ambon harus melewati dua tahap pelayaran sebelum akhirnya tiba di kota tersebut.

Kondisi Pertiwi kini dalam penanganan tim medis di Ambon. Keluarga berharap pemeriksaan lanjutan bisa memastikan langkah pengobatan yang paling sesuai untuk bayi mereka.

Follow www.maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: telisik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks