Pencarian

Inflasi Tahunan Maluku September 2026 Naik Jadi 3,91 Persen, Tertinggi di Kota Ambon 4,76 Persen

Kamis, 01 Oktober 2026 • 16:16:31 WIB
Inflasi Tahunan Maluku September 2026 Naik Jadi 3,91 Persen, Tertinggi di Kota Ambon 4,76 Persen
Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia mengumumkan capaian inflasi tahunan Maluku September 2026 sebesar 3,91 persen.

AMBON — Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, merinci bahwa kelompok pengeluaran dengan kenaikan indeks tertinggi mencapai 11,62 persen, disusul kelompok kesehatan 5,61 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki justru turun 2,63 persen. Rincian itu disampaikan Maritje saat mengumumkan capaian inflasi September 2026.

Komoditas Penyumbang Inflasi Tahunan

Sejumlah komoditas menjadi pendorong utama inflasi tahunan Maluku. Tarif angkutan udara dan bensin menempati urutan atas, diikuti cabai merah, ikan cakalang, emas perhiasan, serta cabai rawit.

Daftar berlanjut ke mobil, sigaret kretek mesin, nasi dengan lauk, ikan layang atau momar, ikan tongkol atau komu, bahan bakar rumah tangga, dan minyak goreng.

Maluku Alami Deflasi Bulanan 0,07 Persen

Berbeda dari tren tahunan, secara bulanan Maluku justru mencatat deflasi 0,07 persen pada September 2026. Penurunan harga umum ini berbalik dari kondisi Agustus yang masih inflasi bulanan 0,81 persen.

Deflasi bulanan dipicu turunnya harga sejumlah komoditas pangan laut dan hortikultura. Ikan tongkol atau komu, ikan cakalang, ikan selar atau kawalinya, ikan layang atau momar, bawang merah, kangkung, dan bawang putih tercatat turun.

Penurunan harga juga terjadi pada tarif angkutan udara, lemon, bayam, kebutuhan mandi, pakaian, tas sekolah, hingga kentang.

Respons atas Lonjakan Kelompok Pengeluaran

Kenaikan indeks pada 10 kelompok pengeluaran menunjukkan tekanan harga menyebar ke berbagai lini konsumsi rumah tangga. Kelompok dengan lonjakan 11,62 persen menjadi yang paling menonjol, sementara kesehatan naik 5,61 persen.

"Kenaikan inflasi dipengaruhi meningkatnya indeks pada 10 kelompok pengeluaran, kenaikan tertinggi sebesar 11,62 persen, disusul kesehatan 5,61 persen. Sedangkan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,63 persen mengalami penurunan indeks," ujar Maritje.

Data BPS ini menjadi acuan pemerintah daerah dalam menyusun langkah pengendalian harga, terutama untuk komoditas pangan dan transportasi yang menyumbang inflasi terbesar di Kota Ambon dan Kota Tual.

Follow www.maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks