JAKARTA — Muhammad Sarmuji mengucapkan sumpah jabatan dan menandatangani berita acara pelantikan di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Prosesi berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Pengangkatan Sarmuji tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Ia menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita di kursi Menteri Perindustrian.
Dari DPR dan Golkar ke Kursi Menteri Perindustrian
Sarmuji sebelumnya aktif sebagai anggota DPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar. Pria kelahiran Surabaya, 10 Juni 1974, itu memiliki pengalaman panjang di organisasi kepemudaan, politik, serta parlemen.
Penunjukan ini menandai perpindahan perannya dari legislatif ke eksekutif. Sektor perindustrian yang kini dipimpinnya berperan penting dalam penguatan manufaktur, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Industri Disebut Harus Jadi Daya Ungkit Pertumbuhan Ekonomi
Usai dilantik, Sarmuji menyebut sektor industri harus menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.
"Persoalan-persoalan di sektor tersebut perlu diidentifikasi dan dibenahi satu per satu, terutama industri yang berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja," kata Sarmuji.
Ia menekankan penanganan masalah industri dilakukan secara bertahap. Fokus awalnya pada sektor yang paling berdampak terhadap lapangan kerja.
Ucapan Selamat dari Golkar Maluku
Ketua Golkar Maluku Umar Lessy menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Sarmuji. Dukungan itu disampaikan menyusul posisi Sarmuji sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar.
Pelantikan Sarmuji menjadi bagian dari perombakan susunan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya menjabat Menteri Perindustrian.