AMBON — Mutasi itu juga mengangkat Dadang dari jenderal bintang dua menjadi Komisaris Jenderal (Komjen), mengikuti ketentuan kepangkatan jabatan Kapolda Metro Jaya. Suwondo Nainggolan masuk ke Polda Maluku dalam transisi yang mempertemukan dua perwira tinggi alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994.
Selama menjabat, agenda kepolisian di wilayah Maluku yang menjadi bagian tugas Dadang meliputi pengawasan distribusi BBM bersubsidi, pelayanan publik, pengawasan internal, hingga penanganan konflik sosial dan bentrokan antarwarga.
Data Konflik Sosial Turun dari 185 ke 10 Kejadian
Polda Maluku melaporkan jumlah konflik sosial menurun dari 185 kejadian pada 2024 menjadi 90 kejadian pada 2025. Hingga September 2026, tercatat 10 kejadian.
Data tersebut disampaikan dalam forum koordinasi keamanan di Mapolda Maluku, Rabu 23 September 2026, yang melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, dan unsur masyarakat.
Kendati angka menurun, sejumlah konflik antarwarga tetap terjadi di beberapa daerah selama masa kepemimpinan Dadang. Beberapa di antaranya menimbulkan korban jiwa, korban luka, pembakaran rumah, serta memerlukan pengerahan personel TNI-Polri dalam jumlah besar.
Bentrok Hitu-Hunuth, Ujian Awal Agustus 2025
Bentrokan antara warga Hitu dan Hunuth terjadi pada 19 Agustus 2025, bertepatan dengan awal masa kepemimpinan Dadang. Peristiwa bermula dari persoalan penikaman seorang pelajar yang kemudian berkembang menjadi bentrokan antarwarga.
Sebanyak 17 rumah warga Hunuth dilaporkan terbakar. Polda Maluku melakukan penanganan keamanan sekaligus proses hukum terhadap perkara pemicu dan rangkaian tindak pidana dalam bentrokan tersebut.
Kailolo-Kabauw, Satu Warga Meninggal dan Lima Luka
Pada 9 September 2025, bentrokan terjadi di perbatasan Negeri Kailolo dan Kabauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Menurut kepolisian, peristiwa berawal dari dugaan penganiayaan terhadap seorang warga.
Konflik berkembang menjadi bentrokan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan lima warga mengalami luka-luka. Polda Maluku mengerahkan sekitar 200 personel gabungan untuk mengendalikan situasi, lalu melanjutkan pemeriksaan saksi dan proses penyidikan.
Konsentrasi Massa di STAIN-Jembatan Jodoh, November 2025
Pada 26 November 2025, konsentrasi massa terjadi di kawasan STAIN/UIN AM Sangadji hingga Jembatan Jodoh, Negeri Batu Merah, Kota Ambon. Polisi melakukan pengamanan untuk mencegah bentrokan berkembang lebih luas.
Tidak dilaporkan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa itu, namun sebuah pos pangkalan ojek terbakar. Personel gabungan disiagakan untuk mencegah bentrokan susulan.
Alusi Kelaan-Alusi Krawain, Anggota Polsek Terkena Panah
Pada 6 Desember 2025, bentrokan terjadi di wilayah perbatasan Desa Alusi Kelaan dan Alusi Krawain, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Sejumlah warga mengalami luka dan seorang anggota Polsek Kormomolin terkena panah.
Polres Kepulauan Tanimbar melakukan penyekatan, meningkatkan patroli, dan memediasi kedua kelompok warga guna mencegah konflik meluas kembali.
Arbes Ambon, 300 Personel Dikerahkan
Bentrokan antarkelompok pemuda kembali terjadi di kawasan Air Besar (Arbes), Ambon, pada akhir Desember 2025. Peristiwa tersebut menyebabkan sekitar 10 orang mengalami luka-luka.
Polda Maluku mengerahkan sekitar 300 personel untuk mengamankan kawasan lokasi bentrokan. Dadang Hartanto turun langsung memantau penanganan situasi.
Dua peristiwa yang menjadi perhatian selama masa kepemimpinannya adalah bentrokan Hitu-Hunuth di Kota Ambon pada awal menjabat serta konflik Lisabata-Patahuwe di Kabupaten Seram Bagian Barat pada September 2026.