Pencarian

Fadona/Fitriani Kalah dari Duo Jepang, Emas Padel Asian Games 2026 Lepas

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 16:19:31 WIB
Fadona/Fitriani Kalah dari Duo Jepang, Emas Padel Asian Games 2026 Lepas
Pasangan ganda putri Indonesia Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini bertanding pada final padel Asian Games 2026 di Higashi Sports Center, Sabtu (3/10/2026).

MALUKU — Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini gagal mempersembahkan emas bagi Indonesia pada final ganda putri padel Asian Games 2026. Keduanya takluk dari pasangan tuan rumah Tsukamoto/Kae Tokumoto di Higashi Sports Center, Sabtu (3/10/2026), dan harus puas membawa pulang medali perak.

Kekalahan ini terasa menyakitkan karena Fadona/Fitriani sempat membuka peluang bangkit. Setelah kalah 3-6 di set pertama, mereka memimpin 4-1 pada set kedua dan berada di jalur untuk memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.

Tsukamoto/Tokumoto tidak membiarkan kesempatan itu lewat. Pasangan Jepang tersebut merebut lima gim beruntun untuk menutup laga dan memastikan medali emas tetap berada di tangan tuan rumah.

Peluang Bangkit Sirna dalam Lima Gim Beruntun

Final di Higashi Sports Center berjalan sesuai skenario yang tidak diinginkan kubu Indonesia. Fadona/Fitriani tertinggal satu set lebih dulu, lalu tampil agresif di awal set kedua dengan keunggulan 4-1.

Namun momentum berbalik cepat. Tsukamoto/Tokumoto menaikkan tempo permainan, memaksa pasangan Indonesia bertahan, dan menyapu sisa gim tanpa memberi ruang untuk bernapas. Skor akhir 3-6, 4-6 menegaskan dominasi tuan rumah di partai puncak.

Indonesia Tetap Bawa Perak dan Perunggu dari Nomor Ganda Putri

Hasil di final tidak membuat Indonesia pulang dengan tangan kosong dari nomor ganda putri. Medali perunggu sudah lebih dulu diamankan Novela Putria/Beatrice Gumulya.

Novela/Beatrice memastikan podium ketiga setelah mengalahkan pasangan Filipina Danna Abad/Joshea Malazarte dengan skor telak 2-0 (6-0, 6-0) beberapa jam sebelum final digelar. Artinya, Indonesia menempatkan dua wakilnya di podium nomor ini.

Target PB Padel Indonesia dan Realitas Persaingan Asia

Wakil Ketua Umum I Pengurus Besar Padel Indonesia (PB PI) Mochtar Sarman sebelumnya menyebut target kontingen adalah meraih prestasi terbaik di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Ia menyadari beratnya lawan yang dihadapi.

"Terakhir kita di tahun lalu putri kita mendapatkan peringkat ketiga Asia. Semoga kita bisa lebih baik dari itu. Pasti lawan-lawan kita berat. Kita baru main Padel ini dua-tiga tahun, sedangkan yang lain sudah tujuh tahun, delapan tahun ya. semoga bisa lebih baik dari Piala Asia," ungkap Mochtar.

Perkembangan padel Indonesia memang terbilang cepat dibanding negara lain. Dalam hitungan dua sampai tiga tahun, atlet-atlet Indonesia sudah mampu bersaing di level Asia, meski masih kalah pengalaman dari negara yang lebih dulu membangun ekosistem padel.

Jepang Kuasai Partai Puncak di Kandang Sendiri

Bagi Jepang, kemenangan Tsukamoto/Tokumoto melengkapi performa kuat mereka sepanjang turnamen padel Asian Games 2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Higashi Sports Center memberi tekanan tambahan bagi lawan-lawan mereka.

Fadona/Fitriani sendiri sudah menunjukkan kualitas dengan menembus final, sesuatu yang tidak mudah mengingat persaingan ketat di nomor ganda putri. Medali perak ini tetap menjadi capaian berarti bagi padel Indonesia di panggung Asian Games.

Perhatian kini beralih ke bagaimana PB PI membangun program pembinaan usai Asian Games 2026. Dengan modal perak dan perunggu dari nomor ganda putri, Indonesia punya pijakan untuk mengejar hasil lebih baik di kejuaraan berikutnya.

Follow www.maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks