Pencarian

Wagub Maluku Buka Pelatihan Caregiver SMK Go Global, 40 Peserta Siap Berangkat ke Malaysia

Minggu, 04 Oktober 2026 • 16:16:01 WIB
Wagub Maluku Buka Pelatihan Caregiver SMK Go Global, 40 Peserta Siap Berangkat ke Malaysia
Wagub Maluku membuka Pelatihan Caregiver Program SMK Go Global di Aula Christina Martha Tiahahu, Poltekkes Kemenkes Maluku, Ambon.

AMBON — Pelatihan Caregiver Program SMK Go Global resmi dibuka di Aula Christina Martha Tiahahu, Poltekkes Kemenkes Maluku. Puluhan pemuda Maluku mengikuti program yang menyiapkan tenaga perawat lansia untuk pasar kerja internasional. Kerja sama ini melibatkan Poltekkes Kemenkes Maluku dan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Sulawesi Utara.

Kegiatan tersebut disebut sebagai upaya membuka akses dan peluang bagi generasi muda Maluku untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh kesempatan kerja di luar negeri. Jalur yang ditempuh peserta merupakan jalur legal, terarah, dan berada dalam pemantauan pemerintah.

40 Peserta Ikut Pelatihan Selama 26 Hari

Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan Caregiver selama 26 hari. Setelah menyelesaikan seluruh tahapan, para peserta dipersiapkan untuk bekerja di Malaysia selama dua tahun. Ada peluang keberlanjutan program ke depan bagi peserta yang lulus.

Turut hadir dalam pembukaan itu Kepala BP3MI Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Kantor Wilayah Hukum Provinsi Maluku, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Direktur RSUD dr. M. Haulussy Ambon, Direktur Poltekkes Kemenkes Maluku, para peserta program Caregiver, serta orang tua peserta.

Wagub Minta Orang Tua Lepas Anak dengan Tenang

Abdullah Vanath menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BP3MI yang telah menghadirkan program tersebut di Maluku. Menurutnya, program itu memberikan ruang dan peluang baru bagi anak-anak Maluku untuk mengembangkan diri sekaligus memperoleh pengalaman kerja internasional.

"Ini bukan hanya jalan menuju kesuksesan, tetapi kalian akan menjadi sumber spirit bagi anak-anak Maluku yang lain," ujar Wagub.

Wagub juga meminta para orang tua tidak khawatir melepas anak-anak mereka mengikuti program tersebut. Ia menegaskan program ini merupakan jalur kerja yang legal dan peserta tetap mendapatkan pendampingan serta pemantauan dari pemerintah Indonesia dan Pemerintah Provinsi Maluku.

"Tidak usah takut, ibu-ibu. Tidak usah khawatir. Saya sebagai Wakil Gubernur dan sebagai orang tua, saya katakan hari ini tidak ada pilihan lain, anak-anak kita harus keluar untuk melihat dunia yang lebih luas," katanya.

Kemandirian Generasi Muda Jadi Penekanan

Ia menekankan pentingnya membangun kemandirian generasi muda. Orang tua perlu memberikan ruang kepada anak-anak untuk belajar menghadapi tantangan, mengenal lingkungan baru, dan membangun pengalaman positif.

"Sebagai orang tua, kita jangan terlalu memanjakan anak-anak kita. Kita harus mengajarkan kemandirian kepada mereka sehingga mereka bisa mengenal dunia yang lebih luas dan positif," tutur Wagub.

Abdullah mengaku bangga karena 40 anak Maluku menjadi peserta awal program Caregiver yang dipersiapkan untuk bekerja di Malaysia. Ia berharap keberangkatan para peserta nantinya menjadi awal terbukanya kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Maluku.

"Kalian ini menjadi sejarah awal yang kita kirim dari Maluku ke Malaysia. Kalau orang di Seram bilang, kalian ini pemberi jalan. Pemberi jalan supaya besok adik-adik kalian juga ikut dari belakang," ujarnya.

Bukan Sekadar Cari Gaji, tapi Latih Mental

Wagub meminta para peserta tidak hanya menjadikan kesempatan tersebut sebagai sarana memperoleh penghasilan. Pengalaman bekerja di luar negeri harus dimanfaatkan untuk membentuk mental, meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas diri.

"Kalian pergi ke sana bukan untuk kerja saja. Kalian bukan cuma mengambil gaji, menghabiskan gaji, lalu pulang setelah dua tahun tidak ada apa-apa. Saya berharap ketika datang ke sana, mental kalian lebih terlatih," tegasnya.

Keberhasilan para peserta dinilai dapat menjadi contoh sekaligus membuka kepercayaan terhadap kualitas sumber daya manusia Maluku. Peserta didorong menjaga nama baik daerah, menunjukkan kemampuan, dan membuktikan bahwa anak-anak Maluku mampu bersaing di dunia kerja internasional.

"Ini adalah pilihan yang baik. Kalian bukan saja membuat diri kalian sukses, tetapi kalian akan menjadi sumber spirit bagi anak-anak Maluku yang lain," katanya.

Pemerintah Provinsi Maluku berkepentingan memastikan informasi mengenai peluang kerja legal dan program peningkatan kompetensi dapat diketahui masyarakat secara luas, mulai dari Maluku Barat Daya hingga Seram dan Pulau Buru.

"Pemerintah bertanggung jawab untuk menyampaikan pesan ini kepada rakyat Maluku, bahwa ada satu jalur baik yang bisa dilalui anak-anak kita," pungkasnya.

Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kompetensi, kemandirian, dan daya saing. Mereka diharapkan mampu memanfaatkan peluang kerja secara aman, legal, dan produktif untuk masa depan diri, keluarga, dan daerah.

Follow www.maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: metrotimes.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks