MALUKU — Cristian Gonzales menyaksikan langsung Timnas Indonesia mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand di Gelora Bung Karno, Senayan, Senin (6/10). Lewat unggahan di Threads, striker legendaris berjuluk El Loco itu menyebut luka final 2010 akhirnya terobati dan mengenang mendiang pelatih Alfred Riedl.
Kemenangan Timnas Indonesia di laga final FIFA ASEAN Cup 2026 membangkitkan memori lama para penggemar sepak bola nasional. Cristian Gonzales, penyerang yang mengenakan nomor punggung 9 pada era 2010 hingga 2015, termasuk yang paling emosional menyambut gelar tersebut.
Dari bangku penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Gonzales mengaku puas melihat aksi para juniornya. Ia menuliskan perasaannya di akun Threads @el_locogoliadorcg10_ pada malam final.
"120 Menit rasa senang, sedih, marah semua jadi satu tapi yang penting malam ini saya dapat melihat langsung akhirnya Timnas Indonesia mengangkat Piala," kata Gonzales, dikutip dari unggahannya.
Luka Final 2010 yang Akhirnya Terobati
Keesokan paginya, Gonzales kembali mengunggah cuitan yang menyentuh nostalgia publik sepak bola Indonesia. Ia secara khusus menyebut Alfred Riedl, pelatih timnas senior yang menangani skuad Garuda pada Piala AFF 2010.
"Sekarang sakit hati 2010 terobati," tulis Gonzales pada unggahan pertamanya.
Pada unggahan berikutnya, ia melanjutkan, "Setelah 16 tahun coach akhirnya terwujudkan. Almarhum Coach Alfred Riedl. Pelatih yang sangat tegas dan disiplin. Semoga beliau bisa melihat semalam akhirnya Timnas Senior angkat piala. Always remembered Coach."
Unggahan tersebut langsung menuai lebih dari 2.200 likes. Kolom komentar dipenuhi respons suporter yang ikut mengenang sosok Riedl dan para pemain generasi 2010.
"Saya termasuk yg terluka waktu nonton final kala itu, tapi akhirnya terobati, thanks for coach Alfred and El Loco for support," ujar @kongmalih.djally.
"Thanks Coach Alfred Riedl dan semua legend Timnas termasuk Papito El Loco, kemenangan ini buat kalian semua," balas @agungpurwanto.
Warganet lain, @kelsssonn, menyebut nama-nama legenda lain yang dianggap turut merasakan kemenangan ini. "Gonzales, BP, Irfan, Okto, Maman this is our dream," tulisnya.
Jejak Gonzales dan Generasi Piala AFF 2010
Gonzales adalah penyerang utama Timnas Indonesia saat Piala AFF 2010. Sepanjang kariernya bersama Skuad Garuda, ia mencatatkan 32 penampilan dan mencetak 13 gol.
Ketajamannya di level klub juga tak perlu diragukan. El Loco empat kali menjadi top skor Liga Djarum Indonesia dan meraih gelar bersama Persik, Arema, hingga PSS.
Salah satu momen yang paling dikenang suporter adalah gol tendangan jarak jauhnya ke gawang Filipina di semifinal Piala AFF 2010. Seorang warganet, muhrichard, mengaku menyaksikan langsung gol tersebut dari tribun atas stadion.
"Terima kasih atas jasanya selama ini," tulisnya.
Riedl dan Warisan Disiplin untuk Timnas
Alfred Riedl dikenal sebagai pelatih bertangan dingin yang membawa Indonesia ke final Piala AFF 2010. Meski gagal juara saat itu, pendekatan disiplin dan tegasnya meninggalkan kesan mendalam bagi para pemainnya.
Gonzales termasuk yang paling merasakan dampak kepemimpinan Riedl. Baginya, gelar ASEAN Cup 2026 bukan hanya kemenangan generasi saat ini, tetapi juga penutup luka lama yang diwarisi dari era 2010.
Gelar juara ini menutup penantian panjang sepak bola Indonesia di level senior ASEAN. Bagi para legenda dan suporter yang menyaksikan final 2010, trofi di Gelora Bung Karno malam itu menjadi pembayaran tuntas atas kekecewaan 16 tahun lalu.