MALUKU — Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan harga sejumlah jenis BBM bersubsidi tidak berubah meski harga minyak dunia sedang meningkat. Selisih biaya penyediaan energi itu ditanggung APBN, yang sumbernya berasal dari penerimaan pajak masyarakat dan pelaku usaha.
Keputusan tersebut disampaikan Suahasil dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (9/10/2026), seperti dikutip Beritasatu.com. Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak global sebenarnya berdampak langsung terhadap biaya penyediaan BBM di dalam negeri.
Pemerintah memilih menahan dampak itu agar tidak sepenuhnya diteruskan ke konsumen. Tujuannya menjaga stabilitas harga energi sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah gejolak ekonomi global.
Kenaikan Harga Minyak Tetap Berpengaruh ke Biaya Penyediaan
Suahasil tidak menampik bahwa lonjakan harga minyak dunia tetap menimbulkan konsekuensi fiskal. Ada selisih antara biaya penyediaan BBM dengan harga yang dibayarkan konsumen, dan selisih itu harus ditanggung pihak lain.
"Kalau hari-hari ini harga minyak dunia itu meningkat, sesungguhnya itu berpengaruh kepada harga BBM di dalam negeri," ujar Suahasil.
Ia menegaskan keputusan mempertahankan harga bukan berarti beban kenaikan harga minyak hilang. Pemerintah tetap harus mencari sumber pembiayaan untuk menutup selisih tersebut.
"Namun, harus ada yang bayar. Selisihnya itu harus ada yang bayar, harus ada yang menanggung," katanya.
APBN Jadi Penyangga, Pajak Masyarakat Sumber Pembiayaannya
Menurut Suahasil, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara berperan sebagai peredam gejolak ekonomi atau shock absorber. Instrumen fiskal ini dipakai untuk menahan sebagian dampak kenaikan harga minyak dunia agar tidak langsung memukul harga energi di tingkat konsumen.
Sumber pembiayaannya berasal dari penerimaan negara, termasuk pajak yang dibayarkan masyarakat dan pelaku usaha. Suahasil menyebut mekanisme ini sebagai bentuk gotong royong melalui anggaran negara.
"Yang menanggung adalah para pembayar pajak kita," tegasnya.
Ia menggambarkan kebijakan tersebut sebagai cara bersama-sama menahan dampak gejolak harga energi global. Penerimaan yang dihimpun pemerintah digunakan untuk membantu agar kenaikan biaya tidak sepenuhnya dibebankan kepada konsumen lewat penyesuaian harga BBM bersubsidi.
"Jadi sebenarnya kita saling bergotong royong, tetapi melalui APBN," tambah Suahasil.
Konsekuensi ke Keuangan Negara Tetap Harus Diperhitungkan
Pemerintah perlu memperhitungkan selisih biaya penyediaan dan harga yang dibayarkan konsumen melalui mekanisme pembiayaan yang berlaku. APBN berperan sebagai penyangga antara gejolak harga energi global dan daya beli masyarakat.
Keputusan mempertahankan harga BBM bersubsidi ini menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga energi di tingkat konsumen. Dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap perekonomian domestik pun bisa ditekan agar tidak sepenuhnya dirasakan masyarakat.