Sempat Diblokir Warga, Akses Jalan Tulehu-Hunimua di Waai Kembali Normal, Polisi-TNI Kawal Ketat

Penulis: Ujang Rahmat  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:51:31 WIB
Akses jalan Tulehu-Hunimua di Desa Waai kembali normal setelah palang yang dipasang warga adat dibuka.

AMBON — Ratusan pengendara sempat terjebak kemacetan panjang di ruas jalan Tulehu menuju Pelabuhan Hunimua, Liang, setelah warga adat memasang palang di tengah jalan Desa Waai, Sabtu (8/8/2026). Palang tersebut akhirnya dibuka setelah Kapolsek Salahutu AKP Aris berkoordinasi langsung dengan masyarakat setempat.

"Iya, tapi sudah dibuka. Arus lalu lintas sudah kembali normal," ujar AKP Aris saat dihubungi, Sabtu malam.

Pemicu: Penyegelan Kantor Desa oleh Masyarakat Adat

Pemalangan jalan tersebut bukan insiden berdiri sendiri. AKP Aris menjelaskan, aksi ini merupakan eskalasi dari persoalan penyegelan Kantor Desa Waai yang dilakukan oleh masyarakat adat. Ketegangan memuncak saat proses pembukaan segel hendak dilakukan, sekelompok warga adat yang menolak langkah tersebut turun ke jalan dan memblokade akses.

"Jadi ini masalah KPN (Kepala Pemerintah Negeri) dan masyarakat adat," jelasnya.

Dinamika antara Kepala Pemerintah Negeri Waai dan masyarakat adat disebut menjadi akar persoalan yang memicu aksi protes tersebut. Meski demikian, dialog yang difasilitasi kepolisian berhasil mencairkan ketegangan.

Polisi dan TNI Berjaga di Titik Rawan

Setelah palang dibuka, aparat tidak serta-merta menarik diri. AKP Aris bersama Danramil Salahutu masih berada di lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan mengantisipasi potensi gesekan susulan.

Kehadiran aparat gabungan ini diharapkan memberi rasa aman bagi pengguna jalan yang melintas, khususnya menuju Pelabuhan Hunimua yang merupakan pintu keluar-masuk utama penumpang dan logistik menuju Pulau Seram dan daerah sekitarnya.

Dampak Sempat Melumpuhkan Arus Kendaraan

Sebelum dibuka, pemalangan itu menghentikan total pergerakan kendaraan dari arah Tulehu menuju Hunimua, maupun sebaliknya. Jalur ini merupakan arteri vital bagi warga tiga kecamatan di pesisir utara Pulau Ambon yang bergantung pada aktivitas pelabuhan.

Beruntung, aksi blokade tidak berlangsung lama. Koordinasi cepat antara aparat keamanan dan tokoh masyarakat setempat menjadi kunci pencairan situasi, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal pada hari yang sama.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: porostimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top