MALUKU — Maskapai Delta Air Lines tengah melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden jaringan Wi-Fi palsu yang muncul di dalam pesawat pada penerbangan domestik Amerika Serikat, Senin pekan ini. Juru bicara Delta, Morgan Durrant, mengonfirmasi bahwa keamanan penerbangan tidak pernah dipertanyakan dan tidak ada sistem operasional pesawat yang terpengaruh oleh kejadian tersebut.
"Kami melakukan investigasi penuh untuk mengumpulkan fakta yang lengkap, dan ini membutuhkan waktu. Kami akan bekerja sama dengan penegak hukum federal dan regulator penerbangan untuk memastikan insiden ini diselidiki secara menyeluruh," ujar Durrant kepada TechCrunch.
Kronologi Munculnya Jaringan Palsu di Atas Ketinggian 9.000 Meter
Menurut rekaman komunikasi pilot dengan menara pengawas lalu lintas udara (ATC), kru mendeteksi adanya jaringan Wi-Fi mencurigakan yang dirancang meniru jaringan resmi pesawat. Setelah menyadari hal ini, pilot langsung mengirim dua pesan ke ATC dan mematikan jaringan internet sah pesawat selama kurang lebih 30 menit.
Pilot melaporkan bahwa penumpang yang diduga membuat jaringan palsu tersebut berasal dari rombongan peserta konferensi keamanan siber yang digelar di Las Vegas pekan lalu. Namun, belum jelas apa tujuan penumpang tersebut membuat jaringan nakal ini.
Modus Serangan "Evil Twin" yang Mudah Dieksekusi
Pembuatan jaringan Wi-Fi palsu semacam ini sebenarnya tidak membutuhkan keahlian teknis tingkat tinggi. Pelaku cukup menggunakan perangkat komersial seperti Wi-Fi Pineapple, sebuah alat keras yang dirancang khusus untuk spoofing atau meniru jaringan asli. Perangkat ini sebenarnya dijual untuk profesional keamanan siber dalam mengaudit sistem keamanan perusahaan, namun juga banyak dipakai penghobi yang ingin mempelajari teknik peretasan.
Serangan jenis ini dikenal dengan istilah "evil twin", di mana korban tanpa sadar terhubung ke jaringan palsu yang tampak meyakinkan. Data yang dikirim melalui jaringan tersebut, termasuk kata sandi atau informasi pribadi, berpotensi direkam oleh pembuat jaringan palsu.
Respons Otoritas dan Tindak Lanjut
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian Atlanta telah mengalihkan pertanyaan terkait insiden ini ke otoritas federal. Juru bicara Federal Aviation Administration (FAA), Steve Kulm, menyatakan bahwa lembaganya belum menerima laporan resmi mengenai kejadian ini. Sementara itu, FBI belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi dari TechCrunch.
Insiden ini menjadi pengingat bagi pengguna internet di pesawat untuk selalu waspada terhadap jaringan Wi-Fi yang mencurigakan. Sebelum terhubung ke jaringan publik, pastikan nama jaringan sesuai dengan informasi resmi dari maskapai dan hindari mengirim data sensitif saat menggunakan Wi-Fi di transportasi umum.