AMBON — Kolaborasi ini diumumkan Sadali usai peluncuran Muktamar VIII ICMI 2026 yang dirangkaikan dengan peresmian Sekretariat Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ICMI Maluku. Pemprov menilai kapasitas intelektual ICMI dapat menjadi kekuatan pendukung dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan pembangunan yang membutuhkan pendekatan riset.
"Sebagai provinsi kepulauan, inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk mengatasi berbagai keterbatasan geografis sekaligus mengoptimalkan potensi daerah," kata Sadali di Amon, Minggu.
Sadali menekankan bahwa hasil riset yang dikembangkan tidak boleh berhenti pada tataran kajian akademik semata. Pemerintah daerah mendorong agar penelitian diarahkan menjadi inovasi terapan yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat Maluku.
Menurutnya, riset aplikatif tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan rekayasa kebijakan maupun teknologi yang meningkatkan produktivitas. Hal ini dinilai krusial untuk mengembangkan komoditas unggulan, memperluas peluang investasi, serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Penguatan riset dinilai penting untuk membantu Maluku mengidentifikasi potensi daerah secara lebih terukur. Sektor yang menjadi prioritas mencakup kelautan dan perikanan, pertanian, perkebunan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
"Kami berharap BRIN bersama ICMI dapat menjadikan Maluku sebagai salah satu daerah prioritas dalam pengembangan inovasi berbasis potensi kepulauan," ujarnya.
Pemanfaatan hasil riset secara tepat diyakini dapat memperkuat daya saing komoditas lokal sekaligus membantu pemerintah menghasilkan kebijakan yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi lapangan.
Pemprov Maluku memandang ICMI sebagai mitra strategis untuk membangun daerah yang bertumpu pada pengetahuan dan nilai keagamaan moderat. Kolaborasi ini diharapkan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat luas.
Sadali menegaskan kolaborasi ini harus diarahkan pada kerja nyata, bukan sekadar wacana. "Riset dan inovasi tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat menghasilkan solusi yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Maluku," katanya.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Pemprov menilai sinergi ini merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.