MALUKU — Wacana pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk kalangan mampu kembali mengemuka. Pemerintah tengah menyiapkan skema implementasi yang dinilai sudah siap dari sisi sistem, setelah Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan melakukan pembahasan awal pekan ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, pembatasan akan menyasar kelompok dengan tingkat ekonomi tertinggi, yakni desil 9 dan 10. Kebijakan ini tidak serta-merta diterapkan penuh, melainkan melalui mekanisme pengurangan bertahap.
"Implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10 beberapa bulan kemudian bisa kita kurangi secara bertahap," kata Purbaya kepada media usai bertemu dengan Bahlil.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui bahwa penyaluran subsidi BBM selama ini belum tepat sasaran. Masih banyak kendaraan dengan nilai jual tinggi yang menikmati bahan bakar bersubsidi.
"Masa orang kaya harus kita subsidi?" ujar Bahlil.
Selain skema berbasis desil, opsi pembatasan berdasarkan jenis kendaraan juga tengah dikaji. Bahlil mencontohkan secara spesifik kendaraan premium yang dinilai tidak layak menerima subsidi.
"BMW, Mercy, masa pakai minyak subsidi," imbuhnya.
Purbaya mengungkapkan bahwa aspek teknis penerapan kebijakan ini sudah mendapat gambaran awal. Ia sempat meninjau langsung sistem yang dimiliki Pertamina dan menilai infrastruktur tersebut sudah memadai.
"Saya juga sudah sempat melihat sistem Pertamina sudah cukup baik, sehingga siap dilaksanakan," jelas Purbaya.
Kesiapan sistem menjadi faktor krusial agar pembatasan subsidi tidak menimbulkan kendala di lapangan, terutama dalam pendataan konsumen yang berhak menerima Pertalite bersubsidi.
Di tengah ketidakpastian harga minyak dunia yang kembali bergejolak, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi. Kesepahaman ini disampaikan langsung oleh Bahlil setelah melakukan pembahasan dengan Kementerian Keuangan.
Bahlil menjelaskan, mekanisme penyesuaian harga justru akan difokuskan pada BBM nonsubsidi. Dengan begitu, beban masyarakat pengguna Pertalite diharapkan tetap terjaga meskipun tekanan harga minyak global meningkat.
"Ketika harga dunia itu turun, maka harga yang nonsubsidi pun bisa melakukan penyesuaian," jelasnya.
Rencana pembatasan ini masih dalam tahap penyusunan skema final. Kepastian waktu pelaksanaan dan kriteria detail konsumen yang terdampak akan diumumkan setelah seluruh persiapan teknis dan regulasi rampung.