MALUKU — Kepastian tersebut disampaikan Tavares dalam konferensi pers seusai laga final yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (6/8/2026) malam. Green Force menuntaskan perlawanan Maung Bandung dengan skor 6-5 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga 120 menit.
Modal Awal Menuju Kompetisi Resmi
Gelar ini menjadi trofi pertama Persebaya sepanjang keikutsertaan mereka di turnamen pramusim tersebut. Tavares menilai pencapaian ini merupakan hasil dari proses pembangunan tim selama pramusim, tetapi ia menegaskan bahwa trofi ini hanyalah awal, bukan tujuan akhir.
"Trofi ini menjadi awal yang baik bagi Persebaya. Kami senang bisa mempersembahkan gelar Piala Presiden kepada seluruh keluarga besar Persebaya. Namun perjalanan kami masih panjang karena target utama adalah menghadapi kompetisi liga," ujar pelatih asal Portugal itu.
Evaluasi Intensitas dan Peluang di Laga Final
Meski keluar sebagai pemenang, Tavares memberikan catatan khusus mengenai jalannya pertandingan. Ia menilai anak asuhnya sebenarnya menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan lawan, namun faktor kelelahan memengaruhi ritme permainan kedua tim.
"Menurut saya kami memiliki lebih banyak peluang dibanding lawan. Memang intensitas pertandingan tidak setinggi laga-laga sebelumnya, tetapi itu hal yang wajar karena kedua tim memiliki waktu pemulihan yang sangat singkat," katanya.
Sepanjang laga, Persebaya tercatat melepaskan 13 tembakan dengan lima di antaranya mengarah tepat ke gawang. Ramadhan Sananta membawa tim unggul lebih dulu pada menit ke-19, tetapi keunggulan itu hanya bertahan empat menit setelah PERSIB menyamakan kedudukan.
Mentalitas Juara dan Apresiasi untuk Bonek
Tavares secara khusus memuji ketenangan para pemainnya saat menjalani babak adu penalti. Menurutnya, kemampuan mempertahankan karakter permainan di bawah tekanan menjadi faktor kunci kemenangan tim.
"Saya sangat bangga dengan sikap dan kerja keras para pemain. Kami mampu unggul lebih dulu, meski kemudian kebobolan akibat satu kesalahan. Setelah itu kami masih memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol lagi," tuturnya.
Pelatih berusia 46 tahun itu juga menyampaikan terima kasih kepada Bonek dan Bonita atas dukungan yang diberikan sepanjang turnamen. Ia berharap dukungan serupa kembali memenuhi Stadion GBT saat Persebaya menjalani laga uji coba melawan Penang FC.
"Terima kasih kepada seluruh Bonek dan Bonita atas dukungan luar biasa selama turnamen ini. Saya berharap pada pertandingan 15 Agustus nanti stadion kembali penuh. Cara terbaik untuk memberikan apresiasi kepada para pemain adalah dengan terus mendukung mereka secara langsung di stadion," ujarnya.
Uji Coba Internasional Sebelum Musim Baru
Laga kontra klub asal Malaysia tersebut akan menjadi momentum terakhir Persebaya untuk menguji kesiapan skuad sebelum bersaing di Super League 2026/2027. Pertandingan ini juga menjadi ajang bagi para pemain untuk menjaga konsistensi performa setelah jeda kompetisi.
Dengan trofi Piala Presiden sebagai modal, Persebaya kini dihadapkan pada tantangan menjaga ritme permainan dan meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan. Tavares diyakini akan melakukan rotasi pemain pada laga uji coba tersebut untuk mengevaluasi kedalaman skuad.
Keberhasilan merebut gelar perdana ini sekaligus menjadi sinyal keseriusan Persebaya dalam menyambut musim kompetisi resmi. Publik sepak bola nasional akan mengawasi apakah Green Force mampu mempertahankan performa terbaiknya saat kompetisi Super League bergulir.